home Kalam Tokoh, Semasa Biarkan agama Allah tanpa ditolong? – Timbalan Mufti

Biarkan agama Allah tanpa ditolong? – Timbalan Mufti

 

APABILA ada di kalangan umat Islam menzahirkan kebimbangan terhadap kedudukan Islam di negara ini, timbul pula tindak balas sebahagian di kalangan umat Islam di negara ini menyatakan Allah dan Islam tidak perlu dibela kerana Allah Maha Perkasa untuk melindungi agamaNya sendiri. Benarkan pandangan begitu?

Jika kita meneliti al-Quran, kita akan mendapati pelawaan Allah SWT untuk menolong agamaNya seperti ayat Allah SWT: “Hai orang-orang yang beriman, jika kalian menolong agama Allah, niscaya Dia akan menolong kalian dan meneguhkan kedudukan kalian. Adapun orang-orang kafir, maka kecelakaanlah bagi mereka dan Allah menyesatkan amal-amal mereka. Yang demikian itu adalah kerana sesungguhnya mereka benci kepada apa yang diturunkan Allah (al-Quran) lalu Allah menghapuskan (pahala-pahala) amal-amal mereka.” (QS. Muhammad: 7-9)

Allah SWT juga berfirman: “Sesungguhnya Allah pasti menolong orang yang menolong (agama)-Nya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha kuat lagi Maha perkasa” (Al Hajj: 40)

Allah tidak meminta pertolongan kerana Allah hina dan lemah. Allah tidak meminjam harta lantas menawarkan kita untuk berinfak disebabkan Dia tidak memiliki atau serba kekurangan. Allah meminta kita menolong agamanya sedangkan Allah memiliki bala tentara langit dan bumi malah Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. Allah menawarkan kita untuk berjual beli dengan berinfaq sedangkan Dia memiliki gudang-gudang langit dan bumi dalam kekayaan-Nya. Dan Allah Maha Kaya lagi Maha terpuji
Semua itu Allah lakukan karena Allah ingin menguji kita siapakah di antara kita yang terbaik amal perbuatannya.

Firman Allah SWT: “Dan supaya Allah mengetahui siapa yang menolong (agama)Nya dan rasul-rasul-Nya. Padahal Allah tidak dilihatnya. Sesungguhnya Allah Maha Kuat lagi Maha Perkasa.” (Al-Hadid: 25)

Ibnu Jarir al Tobari mengatakan bahwa makna dari “Sesungguhnya Allah pasti menolong orang yang menolong (agama)-Nya.” Iaitu Allah SWT pasti menolong orang-orang yang berperang di jalan-Nya agar kalimat-Nya tinggi terhadap musuh-musuh-Nya. Maka makna pertolongan Allah kepada hamba-Nya adalah bantuan-Nya kepadanya sedangkan makna pertolongan hamba-Nya kepada Allah adalah jihad orang itu dijalan-Nya untuk meninggikan kalimat-Nya. Manakala al Qurthubi mengatakan bahwa maknanya adalah orang yang menolong agama dan nabi-Nya.

Menurut sebahagian ahli tafsir, menolong agama Allah ertinya berdakwah mengajak masnusia kepada Islam, membela Islam, termasuk berperang (jihad) untuk mempertahankan agama dan kaum Muslim dari serangan musuh. Menolong agama Allah juga bermakna dakwah, menyebarkan Islam, dan menerapkan syariat Islam dalam seluruh aspek kehidupan.Membela Islam juga boleh dilakukan dengan berbagai cara samada dengan harta, jiwa, juga lisan.

Sabda Rasulullah SAW: “Perangilah orang-orang musyrik dengan harta kalian, jiwa kalian dan lisan kalian” (HR Abu Daud dan Al-Hakim dari Anas).

Rasulullah SAW dan para sahabat terlibat dalam berbagai siri peperangan dan jumlah yang mati syahid di dalam peperangan juga bukan sedikit demi untuk memenangkan agama Allah SWT. Ia adalah sebesar-sebesar bukti secara praktikal bahawa Islam perlu dibela dan ditolong.

Umat Islam di negara ini wajar untuk risau dan bimbang serta cemburu terhadap apa yang berlaku kepada Islam dan umat Islam di negara ini, lantas mengambil sikap dan tidakan yang sewajarnya selagi masih di dalam kerangka yang dibenarkan oleh undang-undang.

Sudah menjadi kewajipan seluruh umat Islam mengikut kemampuan masing-masing menolong agama Allah mengikut kapasiti masing-masing dan perlu memastikan Islam tidak dilemahkan dari sudut di mana-mana bahagian kehidupan yang kita diamanahkan untuk menjaganya.

Sahibus Samahah Ustaz Zamri Hashim
Timbalan Mufti Perak

www.indahnyaislam.my

—-—

Sumbangan ikhlas untuk dakwah Indahnya Islam:

MYDAKWAH RESOURCES
5628 3464 5315 (Maybank Islamik)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *