Warning: session_start() expects parameter 1 to be array, string given in /home/ghazaliyaid/webapps/indahnyaislam/wp-includes/class-wp-hook.php on line 324

Warning: session_start(): open(/tmp/sess_29so3eqti01j0ilrak4ight26f, O_RDWR) failed: No space left on device (28) in /home/ghazaliyaid/webapps/indahnyaislam/wp-content/plugins/if-so/public/class-if-so-public.php on line 160

Warning: session_start(): Failed to read session data: files (path: ) in /home/ghazaliyaid/webapps/indahnyaislam/wp-content/plugins/if-so/public/class-if-so-public.php on line 160

WordPress database error: [Can't create/write to file '/tmp/#sql-temptable-16f815-7c401e-26fb.MAI' (Errcode: 28 "No space left on device")]
SHOW FULL COLUMNS FROM `wp_options`

WordPress database error: [Can't create/write to file '/tmp/#sql-temptable-16f815-7c401e-26fc.MAI' (Errcode: 28 "No space left on device")]
SHOW FULL COLUMNS FROM `wp_options`

WordPress database error: [Can't create/write to file '/tmp/#sql-temptable-16f815-7c401e-26fd.MAI' (Errcode: 28 "No space left on device")]
SHOW FULL COLUMNS FROM `wp_options`

WordPress database error: [Can't create/write to file '/tmp/#sql-temptable-16f815-7c401e-26fe.MAI' (Errcode: 28 "No space left on device")]
SHOW FULL COLUMNS FROM `wp_options`

WordPress database error: [Can't create/write to file '/tmp/#sql-temptable-16f815-7c401e-2700.MAI' (Errcode: 28 "No space left on device")]
SHOW FULL COLUMNS FROM `wp_postmeta`

Bahaya mendedahkan dosa sendiri - Indahnya Islam

WordPress database error: [Can't create/write to file '/tmp/#sql-temptable-16f815-7c401e-2703.MAI' (Errcode: 28 "No space left on device")]
SHOW FULL COLUMNS FROM `wp_options`

WordPress database error: [Can't create/write to file '/tmp/#sql-temptable-16f815-7c401e-2704.MAI' (Errcode: 28 "No space left on device")]
SHOW FULL COLUMNS FROM `wp_options`

Bahaya mendedahkan dosa sendiri

 

1. Rasulullah mencela mereka yang suka mendedahkan dosa mereka sendiri sedangkan Allah sudah menyembunyikan keaiban maksiat yang mereka lakukan. Sabda Rasulullah:

كُلُّ أُمَّتِي مُعَافًى إِلَّا الْمُجَاهِرِينَ وَإِنَّ مِنْ الْمُجَاهَرَةِ أَنْ يَعْمَلَ الرَّجُلُ بِاللَّيْلِ عَمَلًا ثُمَّ يُصْبِحَ وَقَدْ سَتَرَهُ اللَّهُ عَلَيْهِ فَيَقُولَ يَا فُلَانُ عَمِلْتُ الْبَارِحَةَ كَذَا وَكَذَا وَقَدْ بَاتَ يَسْتُرُهُ رَبُّهُ وَيُصْبِحُ يَكْشِفُ سِتْرَ اللَّهِ عَنْهُ

“Setiap umatku akan diampunkan dosa mereka melainkan golongan mujahirin (iaitu mereka yang mendedahkan dosa mereka sendiri). Yang dimaksudkan dengan ‘mujaharah’ itu ialah seorang lelaki yang melakukan satu perbuatan (maksiat) pada waktu malam sedangkan Allah telah menutup apa yang dilakukannya pada malam tersebut.

Lalu dia berkata: Wahai fulan, semalam aku telah melakukan perbuatan (dosa) ini dan perbuatan (dosa) itu. Sesungguhnya dia tidur dalam keadaan Allah menutup aib yang dia lakukan pada malam hari, namun dia bangun pada waktu pagi lalu mendedahkan sendiri apa yang Allah telah sembunyikan aibnya.” (HR al-Bukhari)

2. Hari ini umat ditimpa penyakit. Mereka merasa bangga dengan dosa. Bahkan mereka menayangkan pula gambar-gambar tidak menutup aurat, atau merakamkan pula pengakuan maksiat yang dilakukan di media sosial. Sedangkan seorang mukmin itu sepatutnya tidak merasa selesa dengan dosanya. Sabda Rasulullah:

“إِذَا سَرَّتكَ حَسَنَتُكَ وَسَاءَتكَ سَيِّئَتُكَ فَأَنتَ مُؤمِنٌ”

“Sekiranya engkau merasa tenang dengan amal kebaikan dan merasa tidak selesa dengan kejahatan yang engkau lakukan, maka engkau adalah orang yang beriman.” (HR Ahmad)

3. Bahkan seorang mukmin itu amat malu dan takut dengan dosanya. Mukmin menganggap dosa mereka seperti gunung yang akan menimpanya. Sabda Rasulullah:

إِنَّ المُؤمِنَ يَرَى ذُنُوبَهُ كَأَنَّهُ قَاعِدٌ تَحتَ جَبَلٍ يَخَافُ أَن يَقَعَ عَلَيهِ، وَإِنَّ الفَاجِرَ يَرَى ذُنُوبَهُ كَذُبَابٍ مَرَّ عَلَى أَنفِهِ

“Sesungguhnya seorang mukmin itu melihat dosanya seperti dia sedang duduk di bawah bukit dan bimbang bukit (dosa) itu itu akan menimpanya sedangkan orang yang fajir (fasiq) itu melihat dosanya hanya seperti lalat di atas hidungnya.” (HR al-Bukhari).

4. Hadith ini jelas menunjukkan bahawa seorang mukmin itu sepatutnya sangat malu untuk menayangkan perlakuan dosa mereka. Sabda Rasulullah:

والإثم ما حاك في نفسك وكرهت أن يطلع عليه الناس

“Dosa itu adalah apa yang tidak enak dihatimu dan engkau benci untuk menayangkannya di hadapan manusia.” (HR Muslim).

5. Hari ini sifat itu telah semakin pupus. Sehinggakan seorang muslim itu sudah tidak merasa malu lagi untuk berkongsi perlakuan dosa, malah menjadikannya atas kepentingan yang menghairankan.

Moga Allah membimbing kita.

Dr. Ahmad Sanusi Azmi
Penasihat Syariah Indahnya Islam

www.indahnyaislam.my

—-—

Sumbangan ikhlas untuk dakwah Indahnya Islam:

https://www.billplz.com/indahnyaislam

MYDAKWAH RESOURCES
5628 3464 5315 (Maybank Islamik)

WordPress database error: [Can't create/write to file '/tmp/#sql-temptable-16f815-7c401e-271f.MAI' (Errcode: 28 "No space left on device")]
SHOW FULL COLUMNS FROM `wp_postmeta`

Total
0
Shares

WordPress database error: [Can't create/write to file '/tmp/#sql-temptable-16f815-7c401e-2720.MAI' (Errcode: 28 "No space left on device")]
SHOW FULL COLUMNS FROM `wp_postmeta`

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *



Sumbangan
Related Posts